KEMENTERIAN Agama memberi perhatian penuh pada pelajar dan mahasiswa
korban gempa 6,2 skala richter di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain
memberi bantuan untuk merehabilitasi bangunan, sejumlah, paket beasiswa
juga disiapkan. Hal itu disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali saat
memberi bantuan rehabilitasi madrasah dan tempat ibadah di Kabupaten
Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (30/8).
Hal ini perlu dia
kemukakan untuk menanggapi permintaan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin
yang meminta keringanan atau penundaan pembayaran biaya kuliah bagi
mahasiswa asal Bener Meriah dan Aceh Tengah yang kuliah di IAIN
Ar-Raniry, Banda Aceh. "Mahasiswa asal Aceh Tengah dan Bener Meriah akan
mendapat beasiswa," kata Suryadharma. Sementara untuk siswa korban
gempa baik itu siswa ibtidaiyah, tsanawiyah ataupun aliyah, dipersilakan
untuk mengajukan beasiswa.
Selama ini, paket beasiswa untuk
siswa ibtidaiyah sebesar Rp360 ribu per tahun untuk setiap siswa. Siswa
tsanawiyah Rp550 ribu, dan untuk siswa aliyah disiapkan Rp1 juta. "Saya
persilakan untuk mengurus itu semua, insya Allah bisa dipenuhi," kata
Suryadharma.
Pendataan siswa korban gempa itu menurutnya harus
dilakukan dengan baik. Harus jelas identitas siswa, alamat, sekolah,
kelas berapa serta kondisi ekonomi siswa yang bersangkutan. "Kalau
anggaran beasiswa masih ada, siswa Bener Meriah dan Aceh Tengah pasti
akan dapat bantuan beasiswa," ujarnya.
Puluhan madrasah dan
tempat ibadah di dua kabupaten di Provinsi Aceh ini hancur diterjang
gempa awal Juli lalu. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terganggu.
Saat ini siswa dan guru masih memanfaatkan tenda darurat serat bangunan
seadanya untuk belajar.
0 comments:
Post a Comment